Teori permainan bukan hanya matematika abstrak. Ini adalah alat untuk memahami konflik kehidupan nyata di mana kesuksesan Anda bergantung pada apa yang dilakukan orang lain. Anggap saja ini sebagai kerangka kerja untuk menganalisis situasi di mana pihak-pihak memiliki kepentingan yang serupa, bertentangan, atau berada di antara keduanya.
Bidang ini lahir pada tahun 1944. Matematikawan John von Neumann dan ekonom Oscar Morgenstern menerbitkan The Theory of Games and Economic Behavior. Buku mereka meletakkan dasar bagi cabang matematika terapan yang didedikasikan untuk interaksi ini.
Dalam skenario tipikal, pemain mengikuti aturan tetap. Mereka mencoba mengakali satu sama lain. Hal ini membutuhkan antisipasi terhadap tindakan orang lain sebelum melakukan tindakan Anda sendiri. Tujuannya untuk mencari solusi. Sebuah solusi menentukan strategi optimal untuk setiap peserta. Ini juga memprediksi hasil rata-rata.
Selama beberapa dekade, para ahli percaya bahwa setiap kontes memiliki setidaknya satu solusi. Keyakinan ini bertahan hingga tahun 1967. Sebuah contoh tandingan yang dibuat-buat membuktikan sebaliknya. Beberapa permainan tidak memiliki jawaban yang jelas.
Konsep ini terkait erat dengan teori keputusan. Ini juga mencakup model terkenal seperti dilema tahanan. Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana logika rusak ketika perilaku manusia tidak diperhitungkan.
Mengapa Langkah Terbaik Anda Bergantung pada Orang Lain
Kebanyakan orang mengambil keputusan dalam ruang hampa. Mereka menganggap pilihan mereka tidak mempengaruhi hasilnya. Teori permainan menolak hal ini. Argumennya adalah bahwa dalam lingkungan yang kompetitif atau kooperatif, langkah terbaik Anda selalu merupakan reaksi terhadap kemungkinan tindakan yang dilakukan orang lain.
Bayangkan perang harga sederhana antara dua kedai kopi. Jika Toko A menurunkan harganya, Toko B harus memutuskan apakah akan mencocokkannya atau tetap premium. Hasil masing-masing bergantung sepenuhnya pada pilihan pihak lain. Ini adalah interaksi berbagai kepentingan. Seseorang mungkin ingin mencuri pangsa pasar. Yang lain ingin mempertahankan margin keuntungan.
Matematika di balik ini membantu memprediksi hasil yang diharapkan. Itu tidak menjamin Anda akan menang. Ini hanya menunjukkan seperti apa strategi optimal dengan adanya kendala.
Batasan Prediktabilitas
Hingga akhir tahun 1960-an, para ahli matematika mengira mereka dapat menyelesaikan permainan apa pun. Mereka berasumsi keseimbangan yang stabil selalu ada. Hal ini berubah pada tahun 1967. Para peneliti merancang contoh tandingan yang menentang aturan ini.
Penemuan ini sangat penting. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa permainan tidak memiliki solusi dalam pengertian tradisional. Anda tidak selalu bisa menentukan satu strategi terbaik. Terkadang, hasil yang diharapkan tetap tidak dapat diprediksi.
Hal ini tidak membuat lapangan menjadi tidak berguna. Itu hanya menetapkan batasan. Teori permainan bekerja paling baik ketika strateginya jelas dan para pemainnya rasional. Ketika kondisi tersebut gagal, model akan mengalami kesulitan.
Dimana Teori Permainan Paling Penting
Anda menemukan aplikasi teori permainan setiap hari. Mereka muncul di bidang ekonomi. Mereka muncul dalam biologi. Bahkan dalam ilmu komputer, algoritma menggunakan model teori permainan untuk mengatur lalu lintas jaringan.
Bagi siswa dan pembelajar seumur hidup, pelajaran inti adalah tentang antisipasi. Ini mengajarkan Anda untuk melihat melampaui tindakan Anda sendiri. Anda harus mempertimbangkan insentif semua orang di meja.
Apakah mungkin untuk mengakali semua orang? Kadang-kadang. Namun seringkali, strategi terbaik adalah dengan memahami aturan interaksi. Mengetahui di sisi mana Anda berada akan mengubah segalanya.
Bidang ini terus berkembang. Model-model baru muncul untuk menangani skenario dunia nyata yang lebih kompleks. Premis dasarnya tetap sama. Langkah Anda penting, tetapi hanya karena tindakan orang lain selanjutnya.


















