додому Pendidikan Sekolah & Universitas Bagaimana Kehidupan Awal Maria Montessori Membentuk Pendidikan Prasekolah Modern

Bagaimana Kehidupan Awal Maria Montessori Membentuk Pendidikan Prasekolah Modern

12

Maria Montessori bukanlah guru pada umumnya. Lahir pada tanggal 31 Agustus 1870, di Chiaravalle, Italia, ia mengukir jalan yang hanya bisa diikuti oleh sedikit pendidik. Ia memperoleh gelar kedokteran pada tahun 1894. Gelar tersebut jarang diperoleh perempuan pada saat itu. Sebelum dia menyentuh papan tulis, dia bekerja di sebuah klinik yang merawat anak-anak penyandang disabilitas intelektual.

Latar belakangnya di bidang kedokteran menentukan seluruh pendekatannya dalam mengajar.

Dia kemudian mengajar di Universitas Roma, tetapi pekerjaan sebenarnya dimulai pada tahun 1907. Pada tahun itu, dia membuka sekolah anak pertamanya. Namanya Casa dei Bambini, atau “Rumah Anak”. Selama 40 tahun berikutnya, dia tidak tinggal diam. Dia melakukan perjalanan melintasi Eropa, India, dan Amerika Serikat. Dia memberi kuliah. Dia menulis. Dia mendirikan sekolah berdasarkan filosofi uniknya.

Saat ini, ratusan sekolah Montessori beroperasi di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Sebagian besar fokus pada pendidikan prasekolah. Ada yang meluas ke kelas dasar hingga kelas enam. Inti dari metode ini tetap tidak berubah. Ini bertumpu pada tiga gagasan sederhana namun radikal. Anak-anak mempunyai potensi kreatif. Mereka memiliki dorongan bawaan untuk belajar. Dan mereka layak diperlakukan sebagai individu.

Ilmu di Balik Metode

Montessori tidak hanya menebak apa yang berhasil. Dia mengamati. Dia menggunakan alat khusus yang dikenal sebagai “peralatan didaktik”. Ini bukan hanya mainan. Mereka adalah instrumen yang dirancang dengan cermat untuk mengembangkan keterampilan khusus.

Sistemnya mengandalkan koordinasi tangan-mata. Hal ini menuntut pengarahan diri sendiri. Ini membangun kepekaan terhadap konsep-konsep pramatematis. Ini juga mempersiapkan pikiran untuk pengajaran pra-melek huruf. Materi membimbing anak. Mereka tidak memaksa anak itu.

Metode Montessori dibangun atas dasar keyakinan bahwa anak-anak mempunyai dorongan alami untuk belajar dan harus diperlakukan sebagai individu.

Pendekatan ini sangat kontras dengan ruang kelas tradisional. Dalam suasana standar, guru mengajar. Siswa mendengarkan. Mereka duduk diam. Dalam lingkungan Montessori, siswa bergerak. Mereka memilih aktivitas mereka. Mereka bekerja dengan kecepatan mereka sendiri.

Mengapa Ini Masih Penting

Kritikus sering kali bertanya apakah metode berusia 100 tahun ini masih bertahan. Jawabannya adalah ya. Fokus pada pertumbuhan individu dan pembelajaran langsung sejalan dengan ilmu saraf modern. Kita sekarang tahu bahwa pembelajaran taktil membantu perkembangan kognitif. “Peralatan didaktik” yang dirancang Montessori memanfaatkan kenyataan ini.

Orang tua saat ini mencari alternatif selain sekolah yang kaku. Mereka ingin anak-anak mereka penasaran. Mereka ingin mereka mandiri. Montessori menawarkan peta jalan. Itu dimulai dengan rasa hormat. Dilanjutkan dengan observasi. Dan itu berakhir dengan seorang anak yang tahu cara belajar.

Penyebaran sekolah-sekolah ini membuktikan permintaan tersebut. Dari pusat perkotaan hingga pinggiran kota, model ini tetap ada. Itu beradaptasi. Namun fondasinya tetap sama. Pemahaman seorang dokter tentang pikiran manusia, diterapkan pada anak termuda di antara kita.

Adakah cara yang lebih baik untuk memupuk potensi anak? Data dari praktik selama satu abad menunjukkan bahwa kita masih mencari tahu. Namun jalan yang ditetapkan Maria Montessori sudah jelas. Mulailah dengan anak itu. Percayai dorongan mereka. Sediakan alat yang tepat. Sisanya mengikuti.