Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap fenomena mengejutkan dalam ekologi perairan: salmon yang terpapar kokain dan metabolitnya menunjukkan peningkatan aktivitas berenang secara signifikan. Meskipun premisnya terdengar tidak nyata, hal ini menyoroti krisis lingkungan yang semakin meningkat—hadirnya “campuran encer” obat-obatan manusia di perairan kita.

Eksperimen: Melacak Pergerakan di Alam Liar

Para peneliti dari Universitas Ilmu Pertanian Swedia berusaha untuk melampaui pengaturan laboratorium yang terkendali untuk melihat bagaimana obat-obatan sebenarnya mempengaruhi satwa liar di alam liar. Untuk melakukan hal ini, mereka melakukan studi lapangan yang melibatkan salmon Atlantik liar (Salmo salar ) di Danau Vättern, Swedia.

Tim menggunakan teknologi pelacakan akustik untuk memantau 105 remaja salmon. Ikan-ikan tersebut dibagi menjadi tiga kelompok berbeda melalui implan lepas lambat:
1. Kelompok kokain: Terkena obat utama.
2. Kelompok metabolisme: Terkena benzoylecgonine (produk sampingan utama pemrosesan kokain di dalam tubuh).
3. Kelompok kontrol: Tidak menerima paparan obat.

Hasil Mengejutkan: Kekuatan Metabolit

Temuan yang dipublikasikan di Current Biology ini mengungkapkan bahwa paparan obat secara mendasar mengubah pola pergerakan salmon. Yang paling penting, ikan-ikan itu tidak hanya berenang lebih sering—mereka juga melakukan perjalanan lebih jauh.

  • Peningkatan Jarak: Salmon yang terpapar benzoylecgonine berenang hingga 1,9 kali lebih jauh (rata-rata hampir 14 kilometer lebih jauh) per minggu dibandingkan kelompok kontrol.
  • Penyebaran Lebih Besar: Ikan-ikan ini juga menyebar jauh lebih luas, mencapai jarak hingga 12 kilometer dari lokasi pelepasannya—peningkatan 60% dalam penyebarannya dibandingkan dengan ikan yang tidak terpapar.

Menariknya, metabolit benzoylecgonine memiliki efek yang lebih besar terhadap perilaku dibandingkan kokain itu sendiri. Ini adalah temuan penting bagi para ilmuwan lingkungan. Secara tradisional, penilaian risiko berfokus pada “senyawa induk” (obat itu sendiri), namun di lingkungan perairan dunia nyata, metabolit sering ditemukan dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi.

Mengapa Hal Ini Penting bagi Ekosistem

Meskipun seekor ikan yang berenang sejauh beberapa kilometer mungkin tampak tidak penting, dampak ekologisnya sangat besar. Perilaku ini menciptakan beberapa “konsekuensi berjenjang” bagi spesies dan lingkungan:

  • Penipisan Energi: Salmon mungkin menghabiskan energi vitalnya untuk berenang yang tidak perlu daripada berfokus pada mencari makan dan tumbuh.
  • Risiko Habitat: Meningkatnya pergerakan membuat ikan lebih mungkin berpindah ke habitat yang tidak sesuai atau menghadapi predator baru.
  • Penyebab Stresor: Salmon Atlantik sudah berjuang melawan perubahan iklim dan hilangnya habitat. Polusi obat-obatan berperan sebagai tekanan tambahan yang tidak dapat diprediksi dan dapat mengganggu stabilitas populasi.

Kepedulian terhadap Lingkungan yang Lebih Luas

Masalah ini tidak hanya terjadi pada salmon. Para ilmuwan telah mengamati perubahan fisiologis dan perilaku serupa pada belut Eropa, udang karang, dan bahkan hiu, tempat kokain dan metabolitnya ditemukan terakumulasi.

Ketika air limbah manusia terus memasukkan campuran kimia kompleks ke dalam sistem perairan global, perilaku kehidupan akuatik diubah dengan cara yang baru mulai kita pahami.

Kesimpulan
Studi ini menunjukkan bahwa polusi farmasi—khususnya metabolit kokain—dapat secara radikal mengubah pergerakan dan pengeluaran energi ikan liar. Pergeseran perilaku yang tidak terduga ini menimbulkan ancaman jangka panjang terhadap kelangsungan hidup spesies yang sudah berjuang menghadapi perubahan lingkungan.