Badan antariksa Amerika Serikat secara aktif mengumpulkan bukti foto hujan es dari masyarakat, dalam upaya menyempurnakan model iklim dan meningkatkan prakiraan cuaca buruk. Inisiatif ini muncul ketika kejadian cuaca ekstrem, termasuk hujan es dalam jumlah besar, menjadi lebih sering terjadi akibat perubahan iklim.
Meningkatnya Masalah Hujan Es yang Parah
Pada tanggal 10 Maret, Kansas City, Missouri, mengalami badai es yang sangat merusak, dengan batu-batu yang mencapai ukuran jeruk bali. Peristiwa seperti ini semakin sering terjadi dan menimbulkan ancaman signifikan terhadap properti dan infrastruktur. Namun, model meteorologi saat ini kesulitan untuk memprediksi secara akurat ukuran hujan es dan tingkat pencairan es – yang merupakan faktor penting dalam penilaian kerusakan dan keselamatan masyarakat. Ketidakpastian ini adalah alasan mengapa NASA beralih ke ilmuwan warga.
Cara Kerja Jaringan CoCoRaHS
NASA bermitra dengan jaringan Community Collaborative Rain, Hail, and Snow (CoCoRaHS) untuk mengumpulkan data. Proyek ini, yang didukung oleh National Science Foundation dan National Oceanic and Atmospheric Association, mengandalkan kiriman sukarelawan melalui aplikasi seluler gratis.
Pengguna dapat melaporkan rincian badai – waktu, tanggal, lokasi – bersama dengan foto dan ukuran hujan es. Proses pengiriman dirancang cepat, hanya memakan waktu 5-10 menit per acara, dan tersedia pelatihan gratis. Relawan yang berdedikasi juga dapat menyumbangkan data curah hujan menggunakan alat pengukur hujan berbiaya rendah (sekitar $42).
Mengapa Data Ini Penting
Data yang dikumpulkan akan digabungkan dengan catatan satelit untuk menyempurnakan model prediksi hujan es dan membuat profil pencairan es yang lebih akurat. Memahami bagaimana hujan es mencair di udara sangat penting untuk memperkirakan zona potensi kerusakan dan meningkatkan sistem peringatan dini. Perkiraan yang lebih baik dapat secara signifikan mengurangi kerusakan properti dan melindungi masyarakat dari badai hebat.
Pendekatan crowdsourced NASA menggarisbawahi meningkatnya kebutuhan akan data cuaca terlokalisasi dan real-time dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin intensif. Keberhasilan inisiatif ini bergantung pada partisipasi masyarakat.
Siapa pun yang tertarik untuk berkontribusi harus mengunduh aplikasi CoCoRaHS dan mulai melaporkan peristiwa hujan es, namun selalu mengutamakan keselamatan. Menunggu hingga badai berlalu sebelum mengumpulkan data sangatlah penting.



















