Dua bersaudara asal Inggris, Matthew dan Thomas Pidden, telah mencetak Rekor Dunia Guinness baru untuk waktu tercepat menyelesaikan Kubus Rubik 4×4 dengan robot. Ciptaan mereka, yang dijuluki “The Revenger,” menyelesaikan teka-teki itu dalam waktu 45,3 detik – lebih cepat 30 detik dari rekor robot sebelumnya. Ini juga meningkatkan waktu 55 detik yang dicapai robot yang sama pada pengujian sebelumnya.

Pembalasan: Cara Kerja

Pidden bersaudara, keduanya mahasiswa sarjana, menghabiskan 15 minggu membangun The Revenger di Universitas Bristol. Robot ini menggunakan sistem dua bagian: tubuh mekanis dan “otak” perangkat lunak.

  • Visi: Kamera web ganda memindai kubus untuk mengidentifikasi susunan warna.
  • Manipulasi: Lengan robot yang dibuat khusus secara fisik mengambil dan memutar permukaan kubus.
  • Algoritma: Laptop menjalankan algoritme khusus yang menganalisis data webcam dan menghitung urutan gerakan optimal.

Untuk memastikan keadilan, penutup plastik memblokir webcam hingga pengatur waktu dimulai, sehingga mencegah keuntungan pra-pemindaian.

Upaya dan Konteks Pemecahan Rekor

Upaya rekor tersebut dilakukan tahun lalu, namun baru-baru ini disertifikasi oleh Guinness World Records. Robot tersebut berhasil memecahkan kubus sebanyak enam kali selama pengujian, dengan upaya ketiganya telah mengalahkan rekor sebelumnya. Rekor saat ini 45,3 detik dicapai pada percobaan keenamnya, disaksikan oleh penonton yang bersorak saat wajah kubus disejajarkan dengan warna tunggal.

Mengapa ini penting: Pencapaian ini menunjukkan kemajuan pesat dalam bidang robotika dan pembelajaran mesin. Kemampuan untuk memecahkan teka-teki mekanis yang kompleks dengan kecepatan seperti itu menyoroti peningkatan presisi dan efisiensi sistem otomatis. Ini bukan hanya tentang memecahkan rekor; ini mendorong batasan dalam visi komputer, pengoptimalan algoritme, dan ketangkasan robot.

Robot vs. Manusia: Perlombaan Kecepatan

Meskipun 45,3 detik sangat mengesankan, robot telah memecahkan Kubus Rubik 3×3 standar dengan lebih cepat. Rekor robotik 3×3 saat ini hanya 0,103 detik – lebih cepat dari sekejap mata, yang dicapai oleh tim di Universitas Purdue.

Manusia masih memegang posisi terhormat dalam kompetisi ini, dengan penyelesaian manusia tercepat (2,76 detik) dicapai oleh anak berusia sembilan tahun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun robot dapat melampaui kecepatan mekanis, ketangkasan manusia dan pengenalan pola tetap kompetitif.

Proyek Pidden bersaudara menggabungkan minat masa kecil dengan ilmu komputer tingkat lanjut, membuktikan bahwa masalah kompleks dapat diatasi dengan kreativitas dan tekad.

Kemajuan pesat dalam pemecahan teka-teki otomatis menimbulkan pertanyaan tentang masa depan robotika di bidang selain rekreasi, mulai dari manufaktur hingga bedah.