Perkembangan terkini dalam ilmu kedokteran dan paleontologi membentuk kembali pemahaman kita tentang kesehatan dan kehidupan prasejarah. Minggu ini terjadi pembalikan pada vaksin flu mRNA Moderna, yang menjanjikan terobosan dalam perlindungan pernapasan universal, dan identifikasi spesies spinosaurid baru. Berikut rincian perkembangan utamanya.

Vaksin Flu Moderna Kembali ke Jalurnya

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) setuju untuk meninjau vaksin flu mRNA Moderna setelah awalnya menolak permohonan tersebut. Pembalikan ini terjadi setelah perdebatan internal di dalam badan tersebut, dengan salah satu pejabat tinggi menolak peninjau, meskipun desain uji coba merupakan standar untuk vaksin influenza. CEO Moderna, Stéphane Bancel, secara terbuka mengkritik ketidakpastian FDA, dan memperingatkan bahwa peraturan yang tidak konsisten dapat menghambat inovasi farmasi di AS. Situasi ini menyoroti keseimbangan antara pengawasan peraturan dan kemajuan pesat teknologi medis baru.

Vaksin Inhalasi Universal Menunjukkan Janji

Para peneliti di Universitas Stanford telah mengembangkan vaksin hirup yang dapat memberikan perlindungan luas terhadap berbagai penyakit pernafasan secara bersamaan. Berbeda dengan vaksin tradisional yang menargetkan patogen tertentu, pendekatan baru ini menstimulasi sistem kekebalan adaptif dan bawaan. Sistem kekebalan bawaan memberikan pertahanan non-spesifik yang cepat, sedangkan sistem adaptif memberikan kekebalan jangka panjang.

Dalam uji coba pada tikus, vaksin ini secara signifikan mengurangi viral load dari COVID-19 dan virus corona lainnya, dan semua tikus yang divaksinasi mampu bertahan dari infeksi. Vaksin ini juga memberikan perlindungan terhadap infeksi saluran pernapasan akibat bakteri dan bahkan mengurangi gejala alergi. Meskipun masih dalam tahap awal, potensi vaksin inhalasi tunggal untuk memerangi berbagai penyakit pernafasan merupakan sebuah langkah maju yang besar dalam pengobatan pencegahan.

Spesies Spinosaurid Baru Ditemukan di Pedalaman Niger

Ahli paleontologi telah mengidentifikasi spesies spinosaurid baru, Spinosaurus mirabilis, berdasarkan fosil yang ditemukan di pedalaman Niger. Penemuan ini menantang asumsi sebelumnya bahwa spinosaurid hanya merupakan makhluk pesisir. Catatan fosil menunjukkan bahwa spesies ini tumbuh subur di sistem sungai yang berhutan, menunjukkan bahwa dinosaurus ini tidak terbatas pada lingkungan perairan. Spesies baru ini memiliki ciri khas berupa jambul tulang unik berbentuk pedang di punggungnya.

Temuan ini memperluas pemahaman kita tentang distribusi dan gaya hidup spinosaurid, menunjukkan bahwa mereka lebih mudah beradaptasi terhadap beragam ekosistem daripada yang diperkirakan sebelumnya. Penemuan ini menekankan pentingnya eksplorasi paleontologi berkelanjutan di Afrika, wilayah yang kaya akan bukti fosil yang terus membentuk kembali pemahaman kita tentang evolusi dinosaurus.

Perkembangan ini – mulai dari regulasi vaksin hingga penelitian imunitas yang inovatif dan temuan paleontologis – menunjukkan laju kemajuan ilmu pengetahuan yang tiada henti dan potensinya untuk mengubah kesehatan manusia dan pemahaman kita tentang kehidupan di Bumi.