Pemerintahan Trump telah secara resmi mengakhiri peraturan lingkungan hidup yang penting, yaitu “temuan bahaya,” yang mendasari kebijakan iklim AS sejak tahun 2009. Keputusan ini secara efektif menghilangkan persyaratan hukum bagi Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) untuk mengatur emisi gas rumah kaca dari mobil dan truk, meskipun dampak yang lebih luas terhadap industri mungkin saja terjadi.
Langkah ini dilakukan di tengah pola cuaca yang semakin tidak menentu. Meskipun Pesisir Timur mengalami cuaca dingin yang luar biasa parah, wilayah-wilayah di wilayah Barat memecahkan rekor suhu panas tertinggi. Hal ini terkait dengan melemahnya pusaran kutub—sebuah fenomena di mana udara dingin Arktik mengalir ke selatan, sementara udara hangat mengalir ke utara. Pergeseran ekstrim ini bukan sekadar anomali, namun merupakan konsekuensi dari pemanasan iklim, percepatan frekuensi kebakaran hutan, banjir, dan gelombang panas.
Sementara itu, kekhawatiran terhadap misinformasi terus meningkat. Sebuah studi baru dari Universitas Stanford menemukan bahwa memberi label pada konten yang dihasilkan AI tidak berdampak signifikan pada kepercayaan publik atau perilaku berbagi. Hal ini menyoroti perlunya strategi yang lebih efektif untuk memerangi penyebaran kebohongan yang disebabkan oleh AI.
Terakhir, Olimpiade terlibat dalam kontroversi atas tuduhan bahwa beberapa pelompat ski telah menggunakan suntikan asam hialuronat untuk memperbesar ukuran penis mereka secara artifisial, sehingga mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan pakaian yang lebih besar yang memberikan keunggulan aerodinamis kompetitif. Langkah ekstrem ini, meskipun berisiko (dengan potensi infeksi parah dan kegagalan organ), menunjukkan upaya yang dilakukan atlet untuk mencapai keunggulan.
Peristiwa-peristiwa ini—mulai dari pembalikan kebijakan hingga cuaca ekstrem dan kecurangan dalam olahraga—menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan ilmu pengetahuan faktual dan pemikiran kritis di dunia yang berubah dengan cepat.




















